Sunday, July 20, 2008

THE DARK KNIGHT REVIEW

The_dark_knight_outro_poster

Mungkin terlalu banyak elemen dalam film ini yang demikian penting yang tidak mungkin saya sebutkan satu persatu, yang jelas, unsur kemanusiaan mendapat tempat yang adil.

Nuansa komik dimana sang jagoan tidak pernah kalah, tidak ada di film ini. Semua karakter memiliki kekalahan mereka masing-masing. Bagi yang belum, tinggal tunggu waktunya.

Hal favorit saya adalah saat Joker ingin membuktikan bahwa manusia pada dasarnya itu jahat, beri mereka situasi yang buruk dan tekanan yang berat, maka mereka akan saling memakan (Homo Homini Lupus).

Konsekuensi moral dalam memberantas kejahatan juga disorot dalam karakter Bruce wayne, bagaimana ia mempertahankan kode etiknya untuk tidak membunuh, tetapi jika kotanya disodorkan seorang psikopat jenius jelmaan iblis yang gemar membunuh, mengadu domba, bahkan merasuki tokoh hukum nomor wahid di kota, akankah Batman bertahan? Tapi tunggu dulu, kode etik seorang Lucius fox juga bertabrakan saat kepentingan publik digunakan untuk kepentingan penyelidikan.

Dan saat bermain benar tidak lagi efektif dalam membersihkan kota, apakah Batman, Gordon dan Harvey akan mencoreng kehormatan mereka agar Gotham menjadi putih bersih?

Diatas semuanya itu, Joker berdiri dan tertawa, ia tidak pernah menganut kode etik manapun. Ia merampok, membunuh, mengadu domba, dan menyiksa, hanya karena ia mampu dan senang melakukannya. Sebuah pilihan yang menurutnya logis, daripada hanya berteriak minta tolong.

Kita masih bisa tersenyum melihat lagak Jack Nicholson dalam "Batman", tapi saya ragu anda bisa tersenyum tanpa merasa terganggu saat melihat Joker versi Nolan ini. Anda bahkan tidak dapat mengenali siapa sosok pemerannya. Alih-alih, anda akan dibuat jijik sekaligus kagum dengan karakter tanpa asal-usul ini.
Sekadar tambahan, penulis skrip sengaja membuatnya seperti itu dengan tujuan agar ia tampil "sudah dari sononya begitu", dengan demikian menjadikannya seperti setan dalam wujud manusia.

2 comments:

manggoblog said...

Untuk review Dark Knight dari seorang ilustrator yang penuh imajinasi seperti anda, saya punya satu pertanyaan neh...

"Why So Serious?!?!"

huehehehee...

Erick S. said...

ha ha ha