Wednesday, March 26, 2008

Tutorial Warna Ngeblok

Setelah beberapa waktu saya ngetes beberapa teknik pewarnaan di photoshop, ternyata teknik yang sekarang ini yang, menurut saya, paling efektif dalam mengerjakan pewarnaan pada waktu singkat.
Oke, langsung saja ke langkah-langkahnya:
1.Hasil sketsa ilustrasi di-inking dengan drawing pen/rapido/kuas (bukan dijiplak, tapi ditimpa). Gambarinkingscan















2. Gambar tadi discan dengan resolusi 600 dpi, greyscale, lalu buka di Photoshop. Saya menggunakan versi CS3, tetapi teknik ini tetap dapat digunakan oleh Photoshop 7. Mungkin Photoshop 5.5 juga bisa, tapi kayanya ga penting juga nyari bajakan yang versi 5.5 dan mengulang langkah yang sama.
Tolong jangan gunakan scanner Canoscan Lide 20, saya punya sentimen pribadi dengan tipe itu. File di save ke ekstensi *.PSD. Tuto_warna_0028_greyscale_scan
3. Karena luas bidang gambar berbanding lurus dengan ukuran suatu file, saya buang bidang samping yang kosong, dengan Crop Tool (lihat pada gambar dibawah), lalu saya kotakkan bidang yang saya hendak pakai, bidang yang mau dIbuang tampak abu di gambar di bawah.
Tuto_warna_0027_crop_2
4. Nomor berapa sekarang? Oh ya, empat. Seperti yang saya jelaskan di awal, sketsa saya timpa dengan kuas, jadi di file hasil scan masih tampak goresan pensil Derwent 2B. Oh iya, sketsa jangan dIbuat tebal seolah kita sedang mengisi jawaban UAN, buatlah tipis saja.
Tuto_warna_0026_greyscale
5. Hilangkan garis sketsa dengan Levels, bisa via tombol Ctrl + L atau juga via menu Image>Adjustments>Levels. Geser Poin abu ke kanan, dan poin putih ke kiri. Mengingat kondisi negara kita yang pasokan listriknya agak kurang lancar, save-lah file anda. Lakukannya dengan sering, karir anda bergantung pada kebiasaan tersebut.
Tuto_warna_0025_level
6.Setelah itu, untuk pewarnaan, ubah file menjadi RGB, caranya dengan masuk ke Image>Mode>RGB. Sudah? Bagoooes. Pilih Paint Bucket, lalu pilih warna yang anda inginkan. Pada gambar ini, saya perbesar bagian kacamata si Ibu, lalu saya klik disana. Kacamata si Ibu jadi berwarnaa! Apakah itu sudah cukup? Eits tunggu dulu, silakan teruskan kebawah.
Tuto_warna_0024_fill_sama_paint_bucket
7. Sekilas tentang anti alias, ketika kita perbesar lebih detail, tampak ada bidang-bidang yang tidak terisi oleh warna. Ini disebabkan karena Paint Bucket hanya mengisi bidang yang benar-benar putih, bidang yang berwarna agak abu, lalu berangsur ke abu gelap, tidak tersentuh. Nah, bidang abu terang hingga abu gelap itu adalah ciri antialiasing pada gambar, tujuannya untuk membuat kesan lebih halus saat bidang warna ungu bergradasi menjadi pink bercorak hijau toska. Anti aliasing itu bagus, tapi untuk teknik ini, saya hindari sama sekali.
Tuto_warna_0023_anti_alias
8. Marilah kita mundur satu langkah, lalu hilangkan antialias tadi dengan Threshold, dari menu Image>Adjustments>Threshold (ada di agak bawah). Angka yang dimasukkan cukup default/standar saja:128.
Tuto_warna_0022_threshold_128
9. Gambar si Ibu kini hanya terdiri dari warna hitam dan putih. Abu terang dan gelap tidak ada lagi. Mungkin anda agak terganggu dengan tampilan yang kotak-kotak (jaggy) itu, tapi untuk resolusi 600 dpi, mata kita hampir tidak dapat merasakannya. Kalau tidak percaya, coba saja di zoom out (diperkecil), dengan menggunakan Tool kaca pembesar, atau tekan Z.
Tuto_warna_0021_res_600
10. Tidak terlalu kelihatan kan jaggy-nya? Tapi jika penasaran, saya iseng buat perbandingan resolusi, agar kentara :
A. 600 Dpi (Cukup bangeeet).
Tuto_warna_0020_600_zoom
B. 300 Dpi (Yey, emang sekarang masih jaman ya aliran kubisme?)
Tuto_warna_0019_300_zoon
C. 1200 Dpi (Standar umum buat komikus luar).
Tuto_warna_0018_1200_zoom
Oke 1200 Dpi memang bagus, seolah gambarnya dIbuat di CorelDRAW atau Ilustrator, tapi selain pengerjaan lebih lambat di komputer saya, ukuran file juga membengkak. Tidak efektif untuk pengerjaan komik yang notabene halamannya tidak sedikit. Oh iya, jika anda hendak menggunakan pilihan anti aliasing untuk pewarnaan, bukan bloking seperti teknik saya, resolusi 300 Dpi juga cukup kok.

11. Kita kembali ke pewarnaan. Pilih PaintBucket, dan JANGAN LUPA MATIKAN OPSI ANTI ALIAS! Ini berlaku untuk tools lainnya seperti Lasso dan Magic Wand.
Tuto_warna_0017_color

12. Setelah diwarna (sebelum juga bisa sih…) mungkin anda ingin juga merapikan garis yang sedikit “berjerawat”. Gunakan Pencil Tools, lalu pilih warna kacamata, dan mulailah merapikan tonjolan-tonjolan itu. Tuto_warna_0016_rapiin_pake_pencil

13. Mungkin anda salah pilih dan menghapus dengan Brush Tool, hasilnya akan seperti ini:

Tuto_warna_0015_brush

14. Ck ck ck, lain kali lebih teliti ya. Tekan Ctrl-Z untuk mundur satu langkah, atau Ctrl-Alt-Z untuk mundur beberapa langkah. Setelah itu kita coba mewarnai bidang lain, yaitu tangannya si Ibu. Tuto_warna_0014_ups_bocor

15. Nah lo, kenapa semuanya jadi berwarna? Itulah yang sering saya sebut sebagai bocor. Biasanya PaintBucket mengisi bidang yang benar-benar tertutup, jika contiguous dicontreng. Kalau begitu kita hanya perlu menambal bidang yang bocor.Tuto_warna_0013_tambal_1

16. Penambalan dilakukan dengan Pencil Tool yang menggores warna hitam untuk menutup bidang tersebut.Tuto_warna_0012_tidak_bocoor_1

17. Bidang terisi warna, sisanya kurang lebih sama, tinggal diulangi ke bidang-bidang lain pada gambar, dan simsalabim abahkatabrak, jadii!

Tuto_warna_0011_selesaai_1

18. Tunggu dulu, apa ini? Ada ketombe! Ya, inilah kekurangan teknik bloking warna, bidang-bidang kecil tidak tersentuh, bagaimana cara mengatasinya?

Tuto_warna_0010_ada_ketombe2__1

19. Mudah kok, kita pilih saja lalu isi dengan warna hitam/warna inking yang digunakan. Caranya begini: Pilih Magic Wand, lalu setelan diubah seperti pada gambar, kali ini contiguous kita matikan.

Tuto_warna_0009_setelannya_perhatikaan_1

20. Pilih si dandruff/ketombe tadi.Tuto_warna_0008_zum_dan_pilih_ktombe

21. Zoom out, dan lihat, semua bidang putih terpilih, itulah fungsi contiguous. Sekarang tinggal kita sisihkan bidang putih yang bukan termasuk ketombe: Balon teks dan mata si Ibu. Contiguous kembali dicontreng.Tuto_warna_0007_pilih_bidang_putih

22. Setelah itu, pilih Edit>Fill, dan gunakan warna hitam, lalu klik Ok, dan ketombe pun hilang. Jika gambar menjadi hitam, atau ketombe tetap ada, kemungkinan besar anda salah langkah tadi di bidang contiguous-contiguous-an. Jika tidak ada yang salah, tekan Ctrl-D untuk menghilangkan pilihan, atau bisa juga dengan Select>Deselect.

Tuto_warna_0006_fill_blek

23. Untuk menambah dimensi, saya menggunakan shading, dengan cara memilih warna background menggunakan Magic Wand (jangan lupa untuk contiguous agar tidak dicontreng, supaya seluruh warna coklat background bisa terpilih). Maaf kalau anda sampai enek dengan contiguous, tapi mau gimana lagi, memang ini faktor penting di bidang fill-fill-an, jadi jangan sampe ilfil dengan fill-fill-an.

Tuto_warna_0005_pilih_bidang_bg

24. Lalu dengan saya mengklik warna di Toolbar, kemudian saya memilih warna di Background.

Tuto_warna_0004_pilih_warna_bg

25. Warna yang saya pilih, saya ubah tingkat brightnessnya, menjadi coklat tua, tapi bukan hitam. Perhatikan, titik hijau ada pada B (Brightness). Silakan dicoba sendiri apa bedanya pilihan tersebut dengan H (Hue) dan S (Saturation).

Tuto_warna_0003_gelapin

26. Lalu dengan warna gelap tadi, saya buat garis bayangan menggunakan Pencil Tool. Jangan lupa, warna yang terpilih masih warna background.Tuto_warna_0002_shade_line

27. Setelah itu, jika yakin tidak ada garis yang putus/bocor, tekan Ctrl-D untuk menghilangkan pilihan, dan pilih Paint Bucket untuk mengisi bidang bayangan. Tuto_warna_0001_shade_fill

28. Selesai sudah, tinggal ditambah teks sesuai kebutuhan. Gunakan Text tool, lalu klik dan geser sebuah kotak, dan isilah dengan kata-kata. Tuto_warna_0000_text

Demikian tutorial ini saya buat dengan sebenar-benarnya. Jika ada komentar, saran, kritik dan pertanyaan, mohon segera diinformasikan. Terima Kasih.

2 comments:

antown said...

mantap tipsnya, detail bgt

ihduy said...

wawww... Nuhun pisaaan Suhu.. Mantebh banget!!!! :)